Berteman dengan Masalah? Kok Bisa?

Depresi Jurnalis - Berteman dengan masalah? Sedikit membuat anda bertanya-tanya bukan mengapa admin menulis judul demikian.

Masalah? sebenarnya apa sih itu MASALAH? banyak orang yang merasa dirugikan dengan adanya masalah, banyak orang yang merasa dibingungkan dengan adanya masalah, banyak juga orang yang merasa benci dengan adanya masalah...? Namun mengapa masalah bisa dianggap hal yang negatif, tentu semua itu tergantung dari bagaimana cara kita menanggapi masalah tersebut. Sebenarnya masalah tidak merugikan kok, tidak juga membuat kita hancur tetapi stigma yang sudah terbentuk di masyarakat menjadikan masalah sesuatu hal yang menakutkan.

Pada prinsipnya masalah adalah suatu hal yang belum kita temui sebelumnya, sesuatu hal tidak pernah kita lakukan, sesuatu hal tidak pernah kita rasakan, tidak pernah kita lihat dan tidak pernah kita pikirkan sebelumnya sehingga bagi sebagian orang akan merasa takut menghadapi masalah terutama masalah tersebut melebihi batas kemampuannya, banyak orang yang berputus asa menghadapi masalah hingga mengakhiri hidupnya dengan cara yang salah (bunuh diri), sebagai jalan satu-satunya namun pada kenyataannya mengakhiri hidup kita dengan cara seperti itu bukannya menyelesaikan masalah justru akan semakin membebani masalah yang harus dilimpahkan ke keluarga kita.

Sebenarnya banyak cara untuk menyelesaikan masalah, banyak jalan untuk menyelesaikan masalah tetapi tidak semua orang memiliki kemampuan seperti itu, memiliki kesabaran seperti itu dan itu berlaku bagi mereka yang menganggap masalah sebagai hal yang negatif. Pada kenyataannya masalah bukan suatu hal yang negatif kok, justru masalah bisa menjadi teman terbaik kita yang akan menuntun kita ke hal yang lebih baik lagi, ke hal yang lebih menarik dari pada sebelum anda menemui masalah.

Loh kok bisa masalah yang notabene sesuatu yang dianggap buruk bisa menjadi teman? Bagaimana caranya???
Oke mungkin admin akan sedikit mengajak anda bernostalgia pada masa kecil anda.

Kasus Pertama :
Saat anda pertama dilahirkan anda belum mengenal apa-apa bukan?, lalu anda mulai belajar membalikkan badan anda, kemudian anda mulai belajar duduk, anda belajar merangkak, anda belajar berdiri, anda belajar berjalan, dan sedikit sedikit anda mulai belajar berbicara dengan membunyikan vokal-vokal yang hanya anda sendiri yang mengerti secara terus menerus hingga akhirnya anda mulai lancar berbicara secara bertahap apakah itu bukan masalah? apakah itu bukan teman kita? masalah itu merupakan teman kita, teman yang menuntun kita dari lahir untuk melakukan sesuatu yang tidak kita bisa hingga kita bisa.

Kasus Kedua :
Ketika anda mulai memasuki usia balita anda mulai pelajaran pertama anda di PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) atau Taman Kanak-Kanak, anda sudah tidak belajar berdiri atau berjalan lagi tetapi anda mulai belajar menggerakkan otot-otot motorik (otot penggerak) anda dengan cara senam, menari bersama, olahraga, dll bukankah itu sebuah masalah juga. Dalam tahap ini masalah masih senantiasa menemani anda.

Kasus Ketiga :
Ketika anda sudah mulai masuk ke SD (Sekolah Dasar), anda tidak lagi belajar menari-nari, belajar loncat-loncat atau yang lainnya yang anda pelajari waktu semasa di PAUD dulu, tetapi di masa ini anda mulai di ajarkan untuk berpikir dan menghafal, seperti belajar berpikir untuk menyelesaikan perhitungan, belajar untuk mengahafalkan lagu-lagu daerah ataupun lagu nasional dan anda sedikit dipusingkan dengan itu, sampai disini masalah masih menemani anda bukan.

Okey terlepas dari semua itu MASALAH yang sebenarnya tidak sesederhana itu bukan? yang dimaksud MASALAH disini (definisi secara umum) adalah segala sesuatu yang timbul tanpa bisa atau sulit untuk kita menyelesaikannya, admin ulang sekali lagi jadi sesuatu yang dianggap MASALAH itu adalah segala sesuatu yang timbul tanpa bisa atau sulit untuk kita menyelesaikannya.
Cukup paham sampai disini? untuk lebih memahaminya admin berikut sedikit contoh kasus.

Kasus Pertama :
Dalam kasus ini admin contohkan Anda mempunyai jenis usaha dagang.
Pada awal mula anda merintis usaha anda semua kegiatan dagang anda lancar, bahkan tidak ada kendala sedikitpun sehingga dengan melihat kemajuan usaha anda yang begitu pesat anda mulai memberanikan diri untuk melakukan pinjaman di bank dengan bunga serta jaminan yang telah disepakati bersama, dan lagi-lagi harapan anda tidak sia-sia semua usaha anda mulai semakin berkembang dan berkembang lalu anda mulai mencoba mengekspansi usaha anda dengan membuka cabang di daerah lain dengan melihat semua kemajuan tersebut anda mulai melakukan peminjaman lagi dengan dana yang lebih besar dari sebelumnya. Namun tidak disangka pembukaan cabang kedua ini tidak menunjukan hasil yang sama cabang anda yang kedua bahkan hanya menghabiskan cost (pengeluaran) yang lebih besar dari pada profit (keuntungan) yang anda dapatkan. Sehingga sampai disini anda mulai sedikit mengalami pusing serta stres karena kerugian yang terus dikeluarkan, namun anda masih punya aset (usaha dagang) pertama yang masih menghasilkan profit sehingga daripada cabang yang kedua terus menerus merugikan anda mulai menutup cabang anda tersebut. Sampai disini anda mulai sedikit dipusingkan dengan masalah sekaligus anda juga berhasil menyelesaikan satu masalah tersebut.

Kasus Kedua :
Jika di kasus pertama anda telah menyelesaikan masalah anda dengan melepas salah satu usaha anda di kasus kedua ini anda di hadapkan dengan kasus yang membuat anda tambah stres yaitu, pada kasus ini kabar baiknya anda mendapatkan banyak order (permintaan) namun kabar buruknya order tersebut dibayarkan dengan cara kredit sehingga anda harus menutupi biaya pengeluaran tersebut dengan uang yang seharusnya anda pergunakan untuk memutar usaha anda dan lebih buruknya lagi disaat jatuh tempo pembayaran, si pembeli tersebut tidak kunjung melunasi barang yang dibelinya pada anda justru pembeli tersebut hilang begitu saja tanpa meninggalkan sebuah kontak dan alamat yang jelas, sampai disini anda mulai kebingungan dan semakin menambah beban pikiran anda dan inikah masalah yang sebenarnya? Tidak juga, mari kita simak kasus yang ketiga.

Kasus Ketiga :
Pada kasus yang pertama anda dirugikan oleh biaya pengeluaran yang dikeluarkan oleh cabang kedua anda, Pada kasus yang kedua anda ditipu oleh pembeli anda, dan Pada kasus ketiga ini anda harus kehilangan seluruh aset anda karena kebakaran yang terjadi di tempat usaha anda, anda mungkin stres luar biasa karena selain anda harus memikirkan kerugian yang luar biasa  karena kebakaran tersebut anda juga tidak bisa melanjutkan usaha anda karena semua aset yang menjadi perputaran usaha anda telah terbakar sekaligus anda juga harus dipusingkan dengan hutang yang harus segara dilunasi di bank beserta bunganya namun anda tidak memiliki jaminan apapun karena aset anda semuanya telah terbakar dan yang lebih parahnya lagi anda harus kehilangan salah satu keluarga anda karena kejadian kebakaran tersebut.

Stres, sedih, depresi, kecewa, pusing, bingung semua bercampur aduk menjadi satu. Anda menganggap diri anda tidak berguna, anda menganggap semua yang anda lakukan sudah tidak berarti lagi bahkan anda sempat beberapa kali mencoba melakukan percobaan bunuh diri.

Okey dari semua itu anda tidak usah ikut sedih ataupun terharu bahkan emosi, haha tenang-tenang itu  semua hanyalah ilustrasi saja jadi jangan sampai terbawa suasana.

Dari cerita tersebut atau contoh-contoh kasus tersebut dapat kita tarik sebuah hikmahnya dapat kita tarik sebuah kesimpulan bahwa :

  1. Dari kita lahir hingga kita mati semua rangkaian cerita hidup kita adalah sebuah masalah yang senantiasa menemani kita.
  2. Kita harus sadar bahwa yang namanya hidup ini adalah masalah, segala sesuatu yang timbul baik disengaja ataupun tidak semuanya adalah masalah.
  3. Masalah kecil atau besar, mudah atau sulit semua itu tetap masalah yang harus kita selesaikan karena itu merupakan sebuah tuntutan hidup karena anda lari dari masalah pun sebenarnya justru anda hanya menambah masalah baru pada hidup anda.
  4. Masalah kecil atau besar semua itu tergantung bagaimana cara kita menanggapi masalah tersebut, ketika kita menaggapi masalah kecil dari sudut pandang negatif maka tentu itu adalah "Masalah" yang biasa orang sebut secara umum namun jika kita menanggapi masalah yang besar tersebut dari sudut pandang yang positif tentu kita tidak akan menyebut itu sebuah "Masalah" tetapi kita bisa menanggapi hal tersebut sebagai sebuah pengalaman berharga yang sangat mahal karena tidak semua orang memiliki masalah yang sama dan cara penyelesaian yang sama.
Untuk itulah kembali lagi ke judul menjadikan masalah sebagai teman, adalah cara untuk menghindari kita dari hal-hal bodoh yang hanya akan menambah masalah kita semakin banyak. Bagaimana caranya?
  1. Pandanglah sebuah masalah dari sudut pandang yang positif  dengan menerapkan sebuah mindset (pola pikir) yaitu seperti menjadikannya sebuah pengalaman berharga yang tidak bisa digantikan dengan apapun.
  2. Sabar dan Ikhlas adalah kuncinya karena kedua sifat ini adalah pondasi yang kuat untuk dapat menyelesaikan masalah kita.
  3. Mengedepankan Logika dibandingkan Emosional
  4. Menjadikan masalah sebagai Teman bukan Lawan karena jika seorang teman maka dia akan selalu memberikan solusi berbeda dengan lawan maka dia hanya akan mengadu emosi.
Mungkin itu saja artikel yang dapat admin bagikan kali ini, besar harapan admin untuk mendapatkan komentar serta kritik yang membangun dalam penyusunan artikel ini semoga dapat membantu pembaca sekalian.
Terima kasih, Salam Satu Inspirasi.

0 Response to "Berteman dengan Masalah? Kok Bisa?"

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijak, relevan dan sesuai dengan pokok pembahasan. Thanks by Admin Ganteng 😎

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel